Anjing Bali – Ras Unik

Jika anda pernah berkunjung di Bali, anda melihat beberapa anjing menjaga toko, properti dan berkeliaran. Mungkin anda akan mengira bahwa itu adalah anjing jalanan atau anjing liar. Tapi itu budaya yang beda dan unik. Budaya orang Bali dalam melestarikan anjing dengan cara yang unik- mungkin merupakan salah satu yang diperkirakan yang tertua yang bertahan lebih dari 10,000 tahun lamanya.

Cara pelestarian ini mungkin sudah menghadapi kepunahan dan disalahpahami oleh banyak orang di seluruh dunia. Seorang peneliti dan ilmuwan asal Amerika dari UCL Davis – Universitas California Davis, melakukan test pada darah ras anjing Bali untuk mengkonfirmasi bahwa memang benar merupakan Ras tertua yang diketahui saat ini. Penemuan ini menjadi penemuan yang cukup mengagetkan karena ras ini diketahui lebih tua dari Nyanyian New Guinea dan Dingo Australia.

Anjing Bali

Anjing – anjing Bali ini memiliki DNA yang unik dengan perpaduan antara Chow-Chow dan Dingo Australia.Chow-Chow diidentifikasi sebagai ras basal yang mendahului kemunculan beberapa ras dan diyakini berasal dari Artic Asia kemudian bermi grasi ke Mongolia, Siberia, dan kemudian Cina. Keragaman genetik inilah yang mempengaruhi dari kekuatan dan kekebalan dari Anjing Bali. Hal itu membuat mereka berhasil bertahan dari kondisi lingkungan yang keras berabad-abad dengan keterbatasan makanan dan perawatan medis.

Ras ini merupakan salah satu anjing yang paling ramah untuk di adopsi. Mereka merupakan hewan peliharaan yang penuh dengan kasih sayang, setia dan sekali anda mendapatkan kepercayaan mereka anda akan mudah untuk melatih nya. Kelebihan lainnya adalah Ras ini merupakan ras terbersih di dunia. Orang lokal mengatakan bahwa itu merupakan keahlian yang mereka sejak lahir. Tambahan, ras ini bisa bertahan dengan perubahan iklim apapun, mereka dapat menebalkan pertumbuhan bulunya saat cuaca dingin. Terbukti kekebalan tubuh mereka yang tinggi ini, mereka dapat hidup lebih dari 15 tahun  dan kebal terhadap penyakit kelainan genetik.

Anjing Bali

Meskipun terkadang mereka sedikit ribut, apalagi saat mereka bergerombol, mereka sangat ramah  dan mudah bersahabat dengan manusia dan tidak akan agresif kecuali di provokasi. Salah satu kelemahan mereka adalah mereka terbatas dengan ruangan sempit. Mereka bisa memanjat tembok yang tingginya 10 meter dan mereka dikenal sebagai hewan yang mengawasi teritorial wilayah mereka dari ketinggian. Anjing Bali suka bebas dan bersosialisasi dengan orang dan lainya. Mereka sangat pintar dan memiliki kepribadian yang besar.

Ras ini telah melewati banyak tantangan, termasuk kekerasan terhadap binatang, perdagangan daging ilegal, perkawinan silang , dan pemusnahan massal.  Para konservasionis telah mengabaikan jenis ras dengan bermacam variasi ini yang mana ras ini hampir punah. Meskipun menghadapi kepunahan, salah satu faktor penting yang berkontribusi pada umur panjang ras ini adalah undang-undang yang melarang impor anjing ke pulau tersebut. Namun, sekitar 15 tahun yang lalu, larangan tersebut dicabut, dan beberapa keturunan ditemukan masuk ke pulau tersebut, dengan budaya Bali terancam oleh perkawinan silang massal. Hal ini kemudian mengganggu keunikan ras dan budaya Bali, dengan tren tren anjing perkawinan beda ras.

Anjing Bali

Tantangan berat lainnya yang di hadapi anjing Bali adalah terpapar dengan lingkungan yang tidak sehat dan rentan terkena penyakit yang disebabkan oleh mikro organisme berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit rabies.  Saat tiba di Bali anda mungkin akan melihat beberapa anjing kurus kering  dan tampak menyedihkan berkeliaran bebas di jalanan. Kalian akan merasa terenyuh melihat anjing-anjing cantik yang tidak memiliki tempat tinggal. Mereka telah membuktikan bagian berharga dari ekosistem saat mereka mencari makanan dan berburu tikus & hama lainnya di sekitar pulau

Anjing Bali

Anjing Bali mewakili bagian penting dari budaya, historis, dan ilmu pengetahuan. Mungkin bagi beberapa orang yang berkunjung ke Bali sedikit merasa khawatir dengan kondisi tempat tinggal anjing-anjing disini, tapi percayalah orang-orang Bali mencintai dan menghormati anjing mereka. Orang Bali memiliki keterikatan budaya yang unik yang spiritual dan percaya takhayul. Orang Bali percaya bahwa anjing memiliki kewaspadaan yang tinggi terhadap kehadiran roh jahat, orang yang tak terlihat baik roh jahat maupun roh baik.

Ras ini berhasil mengatasi sebagian besar tantangan berkat upaya yang dilakukan oleh Asosiasi Kesejahteraan Hewan Bali (BAWA) dan orang yang berdonasi di seluruh dunia. Hewan yang ramah ini dapat menemukan rumah yang penuh kasih, makanan sehat, dan camilan. BAWA, sebuah organisasi nirlaba, telah berada di garis depan dalam melindungi hewan di wilayah ini dan sekitarnya. Didirikan lebih dari satu dekade lalu, organisasi itu turun tangan untuk membantu Ras anjing Bali setelah wabah rabies pada 2009. Organisasi tersebut telah memastikan bahwa sebagian besar anjing, setidaknya 75 persen, divaksinasi dan sehat. BAWA mempromosikan agar anak-anak, remaja, dan masyarakat belajar menghormati dan mencintai hewan. Yang telah menjadi bagian integral dari budaya Bali.

Anjing Bali

Anjing Bali akan selalu menjadi salah satu anjing top di pasaran. Jika Anda tertarik pada seekor anjing, mengapa tidak memilih ras yang telah bertahan dalam segala tantangan dan memiliki warisan genetik yang paling kuat. Anjing Bali akan selalu menjadi sahabat Anda, pendamping yang lucu, anjing penjaga yang pemberani & peduli untuk menjaga Anda dan keluarga tetap aman.

Jika Anda ingin mengadopsi atau membantu dengan memberikan donasi, Anda dapat menghubungi  BAWA – Asosiasi Kesejahteraan Hewan Bali. Penggalangan dana amal ini telah melakukan banyak hal untuk mendukung, menyimpan, dan melindungi Ras Anjing Bali

Anjing Bali

Sumber foto: BAWA & Adithio: Studio Creative

This post is also available in: English Indonesia

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments